Edukasi e-waste

Elektronik rusak tidak selalu harus dibuang.

Sebelum menjadi sampah elektronik, cek dulu apakah barang masih bisa digunakan, diperbaiki, atau disalurkan. Jika tidak, pilih penanganan yang sesuai dengan kondisi dan risikonya.

Utamakan guna ulang

Barang yang masih berfungsi bisa terus dipakai, dialihkan, atau didonasikan agar masa gunanya lebih panjang.

Cek kemungkinan perbaikan

Kerusakan ringan atau sebagian fungsi yang bermasalah belum tentu membuat perangkat tidak layak digunakan.

Lindungi data pribadi

Untuk perangkat yang menyimpan data—misalnya ponsel, komputer, hard disk/SSD eksternal, kamera, atau konsol—cadangkan data yang dibutuhkan, keluar dari akun, lepaskan media penyimpanan yang ingin disimpan, lalu hapus data atau reset perangkat bila memungkinkan.

Perhatikan kondisi baterai

Baterai yang menggembung, bocor, panas berlebih, atau rusak perlu ditangani dengan hati-hati. Jangan membongkarnya sendiri.

Pilih pemulihan yang sesuai

Jika barang tidak lagi layak pakai atau diperbaiki, komponen dan materialnya masih dapat memiliki nilai untuk dipulihkan.

Simpan jejak penanganan

Catatan perjalanan membantu memastikan status barang dan hasil penanganannya dapat ditelusuri kembali.

Bantuan saat mengenali kondisi

Tidak yakin nama barang atau cara menjelaskan kondisinya?

Di aplikasi SIRKEL, bantuan AI dapat dipakai secara opsional untuk mengenali elektronik dari foto dan merapikan catatan kondisi. Anda tetap memeriksa sarannya sendiri, dan hasil akhir penanganan tetap berdasarkan proses serta pemeriksaan mitra.

Foto hanya jika Anda memilih

Mengunggah foto tidak otomatis menjalankan AI. Bantuan foto baru digunakan setelah Anda memilih tombol bantuan AI.

Saran dapat diubah

Jenis barang dan catatan yang disarankan dapat diperiksa, dipilih sebagian, diperbaiki, atau diabaikan sebelum disimpan.

Bukan penentu hasil akhir

AI membantu pengisian awal. Keputusan penanganan mengikuti data kondisi dan pemeriksaan mitra yang benar-benar menangani barang.

Apa itu e-waste?

Sampah elektronik lebih dari sekadar barang yang sudah tidak dipakai.

E-waste mencakup perangkat listrik dan elektronik yang tidak lagi digunakan atau dibuang. Ponsel, komputer, televisi, printer, perangkat audio, konsol game, baterai, kulkas, mesin cuci, AC, peralatan dapur elektronik, hingga perkakas listrik dapat masuk kategori ini. Penanganannya sebaiknya mempertimbangkan kondisi barang, potensi guna ulang, keamanan data, baterai atau komponen berisiko, serta kemungkinan pemulihan komponen dan material.